
Koordinasi Satuan Tugas Pompanisasi BSIP Yogyakarta Untuk Akselerasi Penyediaan Air Irigasi
Dalam rangka percepatan perluasan areal tanam, maka telah dibentuk Satgas Pompa 2024 yang terdiri dari lingkup BSIP, koordinator BPP dan mahasiswa Polbangtan/SMKPP. Untuk optimalisasi Satgas Pompa dilaksanakan Rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pompanisasi yang diselenggarakan pada hari Rabu, 14 Agustus 2024, bertempat di Ruang Auditorium BSIP Yogyakarta. Rakor diikuti oleh tim Satgas Pompanisasi BSIP DIY yang terdiri atas Kepala BSIP Yogyakarta, LO Kabupaten dan LO Kecamatan/KDpanewon se-DIY. Rakor dilaksanakan sebagai tindak lanjut dan respons cepat Kepmentan No. 297/Kpts/OT.050/M/07/2024. Tentang Perubahan Atas Kepmentan No. 265/ Kpts/OT.050/M/06/2024 tentang Satuan Tugas Antisipasi darurat Pangan, penetapan Tim Satgas Pompanisasi Wilayah II (Jawa), instruksi Kepala BSIP No. B-886/RC.010/H/08/2024 tanggal 13 Agustus 2024 dan SK Gubernur DIY No. 286/KEP/2024 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di Kabupaten Kulon Progo, Gunungkidul dan Sleman periode 1-31 Agustus 2024.
Kepala Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) menginstruksikan bahwa untuk optimalisasi Satgas Pompa, kepada Ketua Satgas Provinsi agar : 1) Segera melakukan konsolidasi internal di provinsi masing-masing dengan seluruh anggota di Provinsinya (LO Kabupaten, LO Kecamatan, koordinator BPP, PPL, mahasiswa), 2) Menugaskan LO Kabupaten dan LO Kecamatan untuk berkoordinasi dengan Koordinator BPP dan PPL di Kecamatan masing-masing (akan ada WAG per kecamatan), 3) Menugaskan LO Kabupaten berkomunikasi dengan dosen pembimbing dari mahasiswa yang ditempatkan serta mengkoordinasikan penempatan mahasiswa Polbangtan/SMKPP dengan BPP, 4) Tugas LO kecamatan adalah identifikasi sumber air permukaan, mengumpulkan data pemanfaatan pompa dan kebutuhan pompa, serta dilaporkan ke dalam aplikasi. 5) Tugas PPL adalah membantu identifikasi sumber daya air, verifikasi pemanfaatan pompa yang sudah dibagikan, mendorong percepatan tanam serta berkoordinasi dgn LO Kecamatan utk pelaporan data, 6) Tugas mahasiswa adalah membantu pemanfataan pompa di lapangan dan melaporkannya kepada LO Kecamatan dan dosen pembimbing.
Materi rapat koordinasi Satgas Pompanisasi yang disampaikan Kepala BSIP Yogyakarta, Dr. Soeharsono, S.Pt, M.Si meliputi potensi sebaran lahan tadah hujan di DIY, target dan realisasi kegiatan pompanisasi, tujuan dan sasaran pompanisasi untuk penyediaan air irigasi dan Perluasan Areal Tanam (PAT). Sasaran kegiatan pompanisasi meliputi identifikasi pompa eksisting (2019-2023), CPCL pompa refocusing Ditjen PSP Kementan, CPCL irigasi perpompaan Kementan, CPCL irigasi pompa Kemenhan, dan CPCL bantuan pompa ABT Ditjen PSP Kementan. Capaian PAT Pompanisasi periode Maret-Juli 2024 dan target Agustus-Oktober 2024, target irigasi pompa Kemenhan pada areal seluas 7.400 ha di Kabupaten Gunungkidul, penugasan satuan tugas pompanisasi tiap wilayah juga diuraikan secara rinci. Pada akhir sesi disampaikan rencana tindak lanjut pendampingan kegiatan yang meliputi pelaksanaan tugas satgas pompa di masing-masing kabupaten, kapanewon, kalurahan, kelompok tani sasaran; koordinasi dinas kabupaten,BPP, PPL, mahasiswa, Polbangtan, Posko Satgas Pompanisasi; komunikasi efektif via WAG masing-masing kabupaten dan pengisian laporan harian.